Percakapan Abang dan Ade

+ Ade..
- Iya Bang
+ Sini deh
- Iya Bang
+ Abang kangeen.. banget ama kamu
- Sama Bang
+ Abang pengen ngomong sesuatu nih De..
- Boleh Bang
+ Ade dengerin yaah..
- Iya Bang
+ Ade..
- Iya Bang
+ Jangan dijawab dulu yaah..
- Oke Bang
+ Ade..
- Iya Bang
+ Kamu diem dulu jangan dijawab dulu ya..
- Iya Bang
+ Ade..
- Oke Bang
+ Jang.. jangan oke Bang terus, iya Bang terus. Bisa diem gak? (nada bicara mulai naik 1/2 oktaf)
- Iya Bang
+ Ade.. (nada kalem lagi)
- Iya Bang
+ Jangan iya Bang iya Bang teruus..
- Oke Bang
+ Ade..
- Iya Bang
+ Tuh kan tadi bilang bisa, sekarang iya Bang lagi (dengan nada disabar-sabarkan)
- Bisa Bang
+ Yaa.. diem dulu dengerin Abang ngomong apa yaaa
- Oke Bang
+ Adeee..
- Iya Bang
+ Katanya mau diam?!! (nada langsung naik 1 1/2 oktaf, jadi jengkel)
- Iya Bang
+ Ah gak tau ah Abang sebel ah!
- Bang..
+ Dah ah! Gak ah, Abang pergi ah!
- Marah Bang?
+ Iya marah!
- Bang, ngumpet ya Bang? Ih keliatan lho, Bang kakinya. Bang, jangan marah Bang.
Kenapa Bang? Di mana? Siapa Bang? Berapa Bang? Ambil dua deh Bang. Kasih deh Bang. Bang.. Bang.. Iya Bang.. Oke Bang.. boleh Bang.. kenapa Bang.. Bang? Bang? Bang? Bang..

Hihihi.. lucuuuu. Itu intro (berupa percakapan) dari lagu “Ade”-nya Project Pop. Video klipnya bisa dilihat di sini: http://www.youtube.com/watch?v=CwrmkmGNNwg

Sayangnya di situ gak ada adegan percakapannya. Kalau ada pasti lucu banget. :D

Sales Person yang Mengganggu

Kalian pernah gak, dapat telepon entah dari mana yang nawarin (baca: jualan) sesuatu? Paling sering sih nawarin kartu kredit, asuransi, atau investasi.

Aku heran, dari mana sih mereka itu dapet nomor teleponku?? Yang tau mestinya cuma sodara2, temen2, bank tempatku buka rekening (2 bank doang), atau beberapa tempat di mana aku memang pernah ngisi ‘nomor telepon yang bisa dihubungi’. Tapi dari semua tempat itu gak ada satupun perusahaan atau agen kartu kredit/asuransi/investasi.

Jadi aku berkesimpulan, pasti deh ada satu atau dua lembaga (tempat aku jadi anggota) yang menjual data customer-nya. Ugh! Padahal di formulir pendaftaran seringkali ada ‘jaminan’: “data pribadi Anda hanya untuk keperluan internal kami, tidak akan diperjualbelikan atau disebarluaskan”.

Yang gak kalah menjengkelkan, para mbak atau mas Sales itu suka maksa! Pernah waktu itu aku ditawari asuransi, lalu aku tolak dengan alasan sudah punya. Eh si mbaknya nanya: “Asuransi apa? Belinya sama siapa? Boleh tau siapa nama agennya?” Idiihh.. apa haknya dia tau informasi itu? Trus dia juga masih minta aku sebutin nama temen2ku berikut nomor teleponnya! Yeeee…

Yang paling fresh, kejadian barusan ini. Ada mbak-mbak yang nawarin investasi. Dia bicara dengan suara yang dilagukan (ngerti maksudku kan? dinaikturunkan gitu intonasi suaranya, meliuk-liuk). Tapi dia ini terlalu meliuk-liuk intonasinya. Jadinya gak wajar, dan tidak memberi kesan bisa dipercaya. Aku malah menangkap kesan seperti seseorang yang sedang berusaha memperdaya calon korbannya dengan bujukan dan rayuan manis.

Udah mah meliuk-liuk, lambat dan panjang pula kalimatnya. Dia nyerocos mempromosikan keunggulan produknya, nyerocos menyebutkan berbagai alasan mengapa aku sebaiknya beli investasi tsb SEKARANG. Padahal aku baru ngomong “ini dari mana?” dan “oh, saya udah punya”. Blah! Langsung tidak simpati aku. Aku gak dikasih kesempatan ngomong e’. Artinya mereka itu bukan menawarkan solusi bagi calon customer, melainkan hanya sekedar supaya dapat komisi dari penjualan yang terjadi.

Di awal percakapan aku masih ramah. Aku sebetulnya cukup mau bersimpati kepada para Sales. Bukan hal yang gampang memang, menelepon orang asing dan berusaha menjual sesuatu. Tapi gara-gara si mbak ini cuma nyerocos terus, gak ada usaha mendengarkan aku, buyarlah niat baikku. Gak ada seorang pun yang gak akan jengkel ketika menyadari bahwa lawan bicaranya tidak mendengarkan. Akhirnya di detik itu juga aku habis kesabaran, gak pengen lagi mempolusikan telingaku dengan nada meliuk-liuknya yang dibuat-buat, gak pengen lagi memberi dia kesempatan untuk melakukan pekerjaannya.

Aku potong ocehannya dengan mengatakan: “Mbak, mbak, saya boleh jawab? Gini Mbak, pertama, saya udah gak punya uang lagi. Jadi biarpun ada investasi yang bagus, karena uang saya udah gak ada buat belinya, ya gak bisa…”

Haha! And you know what? Dia menyahut dengan NADA SUARA YANG TIDAK LAGI MELIUK-LIUK: “Oh, ya udah. Makasih.” Hang up.

Padahal aku belum selesai ngomong. Kan aku baru ngajuin alasan yang pertama. Artinya ada alasan yang lain. Tapi dia langsung nutup telepon. Hahaha.

Heraaaaann deh.

Jadi tips dariku, untuk menolak mereka, kamu harus mengajukan alasan yang jelas-jelas dibuat-buat, dan katakan dengan ketus dan sinis. Kalau kamu menolak dengan halus (misalnya “gak mbak/mas, saya udah punya”, “wah lain kali aja mbak/mas”, “aduh saya gak punya waktu”), yakinlah, mereka akan tetap terus mengejar.

Hhhh, beberapa orang memang hanya ngerti penolakan dengan cara yang kasar.

Sang Gajah Terserang Flu

Waaaa.. ternyata lirik yang bener di soundtrack-nya Crayon Sinchan itu: “… slalu saja terserang flu, pilek tiada henti-hentinya…”

Selama ini aku selalu menyanyikannya: “… sang gajah terserang flu, pilek tiada henti-hentinya…”

Huahahahahaha… Hayo ngaku, pada salah denger juga kan?? Hihihi.. Barusan aja aku taunya, waktu kebetulan buka blog ini.

Ini sama seperti lagu wajib “Garuda Pancasila”. Waktu kecil aku nyanyinya: “… Pancasila dasar negara, rakyat adil makmur sentosa, ribang ribang saku.. ayo maju maju 3x”. Padahal mestinya “… , pribadi bangsaku.. ayo maju maju 3x”.

Artikulasi penyanyinya gak jelas sih!

Oya, ada satu lagu lagi yang lucu juga. Dulu suka dijadikan teka-teki.

Tanya: “Siapa nama lain ibu kita Kartini?”

Jawab: “Harum!” *kan lagunya: ibu kita Kartini, Harum namanya* :P

Dou Shi Ni

Ini salah satu lagunya Michael Guang Liang. Hampir semua lagu dia enak buat didengerin. Aku jamin, biarpun mungkin kalian gak ngerti arti kata-katanya (bahasa Mandarin), tapi musiknya sendiri ngena di telinga kok. :)

Khusus lagu ini, aku suka banget. Instrumennya keren! Diawali dengan dentingan piano yang bening, lalu diikutin petikan gitar yang gak kalah beningnya (jadi inget lagu Nuansa Bening, hehe). Di tengah-tengah lagu nanti ada sentuhan flute (? pokoknya alat musik tiup deh). Ah pokoknya nikmat deh dengerin lagu ini. Apalagi kalau pake earphone, jerniiiihh banget. :)

Aku menikmatinya dengan cara berkonsentrasi untuk mengenali nuansa alat musik apa yang terdengar, lirik demi lirik. Kayak main tebak-tebakan gitu. Eh, kalau gak salah dulu ada kuis di TVRI (Berpacu Dalam Melodi?) yang salah satu segmennya nebak alat musik apa yang dominan (kepada peserta diperdengarkan cuplikan sebuah lagu). So rasanya puas deh kalau bisa nebak dengan bener. Tau dari mana bener/gak? Aku ulang-ulang dong, hehe. Lama-lama kan jadi peka, bisa misahin satu instrumen dari instrumen lainnya, juga dari vokalnya.

Untuk di sini, silakan simak liriknya aja ya. Kalau pengen dengerin, boleh minta mp3-nya via japri bisa download di sini. ;)

Dou Shi Ni

Shui gai bian le wo de shi jie
Mei you fang xiang mei you ri ye
Wo kan zhe tian zhe yi ke zai xiang ni
Shi fou hui dui wo yi yang si nian

Ni ceng shuo wo men you yi ge meng
Deng dao na tian wo men lai shi xian
Wo wang zhe tian zai xin zhong mo mo nian
Xia yi miao ni chu xian zai yan qian

Xiang nian de xin zhuang man de dou shi ni
Wo de gang qin tan zou de dou shi ni
Wo de ri ji xie man de dou shi ni de ming
Cai fa xian you ling yi ge li ming

Shui gai bian le wo de shi jie
Mei you fang xiang mei you ri ye
Wo kan zhe tian zhe yi ke zai xiang ni
Shi fou hui dui wo yi yang si nian

Ni ceng shuo wo men you yi ge meng
Deng dao na tian wo men lai shi xian
Wo wang zhe tian zai xin zhong mo mo nian
Xia yi miao ni chu xian zai yan qian

Xiang nian de xin zhuang man de dou shi ni
Wo de gang qin tan zou de dou shi ni
Wo de ri ji xie man de dou shi ni de ming
Cai fa xian you ling yi ge li ming

Xiang nian de xin zhuang man de dou shi ni
Wo de gang qin tan zou de dou shi ni
Wo de ri ji xie man de dou shi ni de ming
Cai fa xian you ling yi ge li ming

Wo de ri ji xie man de dou shi ni de ming
Cai fa xian you shi yi ge li ming
Zhe shi wo dui ni ai de lei ji

The Winner is Mytha

Semalem, karena keburu ngantuk, aku gak nonton final Mamamia Show sampai habis. Tapi gak masyalah dooong.. kan aku bisa rekam, secara udah punya internal TV tuner gitu lho, hehe.

Jadi barusan aku nonton. Dan menurutku sih emang Mytha yang paling pantes jadi juara pertama. Dari kualitas suara mungkin gak ada yang paling bagus. Kadang Mytha kalah dari Fiersha (setidaknya menurutku). Margareth aku seneng, dia setiap tampil suka bikin aransemen yang menarik, tapi kadang dia suka maksa di nada-nada tinggi, jadi kedengerannya menjerit (kalau di American Idol pasti dia dibantai habis tuh sama Simon!).

Tapi karena ini kontes Mamamia, peran sang Mama turut andil dalam mengangkat atau menjatuhkan nilai putrinya. Biarpun si anak udah tampil bagus, itu belum aman. Jawaban sang Mama di bagian akhir acara, sesaat sebelum juri vote lock memberikan suara, sangat sangat menentukan. Justru karena ditaruh di bagian akhir, itulah kesan yang paling segar di ingatan juri ketika memutuskan mau mendukung atau tidak.

Dan itulah yang terjadi pada Fiersha dan Margareth. Kedua mama mereka sepertinya kurang bisa membawakan diri. Kurang diplomatis dalam menjawab, kurang aware dengan bahasa tubuh mereka, kurang cakap berpidato, dan sesekali terlihat gak bisa menahan diri untuk ‘menyerang’ kontestan lain.

Coba deh amati jawaban mereka di grand final kemarin.

“Sekarang ini putri Mama, Margareth, sudah menjadi sangat terkenal. Pasti akan banyak manajemen artis yang menawarkan diri untuk memanajeri Margareth. Apakah Mama Saidah akan menyerahkan manejemen Margareth kepada manajer artis, atau manage sendiri? Apa alasannya?”

Jawaban Mama Saidah (mama Margareth): “Saya akan me-manage anak saya, karena ini sudah saya jalankan selama 11 tahun. Memang saya belum mengerti sebenarnya, tapi saya ingin memegang sendiri anak saya. Mungkin saya nanti akan belajar dengan Pak Helmi, karena memang saya belum 100% mengetahui cara me-manage anak ini (artis).”

“Putri Mama Ace, Fiersha, sudah sangat terkenal saat ini. Tetapi setelah show Mamamia berakhir, popularitasnya bisa saja menurun karena satu atau dua hal. Apa yang akan Mama Ace lakukan supaya popularitas Fiersha tetap di atas dan supaya Fiersha tetap dikenal oleh masyarakat Indonesia setelah Mamamia Show ini?”

Jawaban Mama Ace (mama Fiersha): (minta pertanyaan diulang) “Satu hal perlu diketahui bahwa kepopuleran seseorang akan bertahan apabila orang tersebut tetep pada kerendahan hatinya. Sekalipun Fiersha sekarang sudah top tapi pada dasarnya bahwa Fiersha apa adanya. Dan saya sebagai mama akan melakukan bagaimana caranya supaya Fiersha tetap bertahan. Itu aja. Di samping itu saya akan mencari celah mana yang kira-kiranya bisa diterima oleh orang tersebut keberadaan Fiersha selama Fiersha bisa bertahan pada kelebihannya itu.”

“Mytha sekarang kan sangat populer. Banyak artis yang umurnya sama dengan Mytha yang mengambil kesempatan di saat seperti ini. Jika Mytha banyak tawaran untuk bermain sinetron, manakah yang Mama pilih? Tetap bernyanyi, atau main sinetron, atau dua-duanya? Alasannya apa?”

Jawaban Mama Ani (mama Mytha): “Kalau saya disuruh memilih saya akan memilih bernyanyi dulu, karena saya merasa bahwa bermain sinetron itu sangat menyita waktu. Dan Mytha sangat sangat mengharapkan bisa punya album sendiri. Jadi saya akan mendukung sekali kalau Mytha terus bernyanyi saja, tidak bermain sinetron atau terima tawaran selain bernyanyi. Itu harapan saya, mudah-mudahan fokus ke bernyanyi dulu, karena di situlah talenta Mytha. Jadi itu yang saya tekankan, bahwa saya mungkin tidak akan menerima, sementara ya, sementara ini saya tidak akan menerima dulu bermain sinetron atau selain bernyanyi. Saya tau betul bahwa memang Mytha bisa main sinetron, tapi sekali lagi mungkin untuk lebih fokus dia akan nyanyi.”

“Selama konser Mamamia show diselenggarakan, sudah 10 pasang yang tereksekusi. Menurut Mama keputusan juri vote lock mana yang paling kontroversial (atau di luar dugaan)?”

Jawaban Mama Ani: “Yang paling kontroversial waktu itu ada penyanyi yang suaranya menurut saya bagus, tapi di kedua atau ketiga sudah keluar. Sheila. Dia itu punya suara yang bagus, teknik bernyanyinya juga bagus. Tapi waktu itu kok tiba-tiba dia harus keluar dengan keputusan juri. Itu yang menurut saya dan Mytha agak “kenapa?” gitu ya. Karena waktu itu saya lihat Sheila menyanyinya sangat bagus.”

Jawaban Mama Ace: (minta pertanyaan diulang) “Rasanya keputusan juri sudah sangat sangat bijak. Dan… di mata saya 10 yang sudah tereksekusi.. eh.. sudah menerimanya (tertawa grogi?). Jadi saya rasa tidak ada keputusan yang salah.”

Jawaban Mama Saidah: (tidak mengerti, bingung maksud pertanyaan apa, sehingga tidak bisa menjawab)

“Jika Mama menjadi salah satu anggota juri vote lock, apakah yang akan Mama nilai dari ketiga pasang kontestan pada malam hari ini?”

Jawaban Mama Ani: “Saya akan memilih suara yang etnik, suara yang beda dari yang lain. Karena orang yang punya suara yang beda itu jarang sekali di Indonesia ini. Mungkin kalau saya disuruh menilai saya akan mencari suara yang berbeda, suara yang mempunyai ciri khas yang berbeda dari yang lain.”

Jawaban Mama Ace: (minta pertanyaan diulang) “Pertama saya akan menilai vokalnya. Kedua.. eh.. pertama dari vokal, kedua mungkin dari kostumnya. Ketiga, cara orang tersebut untuk membawakannya, apakah pas dengan lagu yang dibawakannya. Keempat, saya pikir, apa dia bisa menjiwai atau tidak.”

Jawaban Mama Saidah: “Dari tiga kontestan ini saya menilai dari vokal, kemampuan, dan ekspresi dia bernyanyi. Yang selama ini ada anak yang bisa memberikan gebrakan-gebrakan. Jadi saya rasa juri vote lock juga tau kalau memang mencari seorang penyanyi yang profesional.”

“Siapakah yang Mama nilai hanya pantas berada di peringkat ketiga?”

Jawaban Mama Ani: “Berada di peringkat ketiga itu kan sudah juara. Kalau saya ditanya pantas, saya tidak bisa menyebutkan salah satu karena saya lihat tadi bagus semua, mereka bagus semua. Jadi di sinilah saya merasa bahwa hari ini, ketiga besar ini, mereka sudah juara. Tidak perlu pantas dan tidak pantas karena mereka sudah menjadi diva-diva Indonesia yang baru bermunculan lagi. Saya bangga kepada mereka.”

Jawaban Mama Ace: “Saya rasa semuanya gak ada yang pantas. Yang pantas hanya.. tiga-tiganya pantas kok untuk jadi juara satu. Dan saya rasa semua punya kelemahan dan kelebihan. Jadi di sini Fiersha, Margareth, Mytha, saya rasa pantas untuk menjadi juara satu dan tidak pantas untuk menjadi juara tiga kayaknya. Kayaknya sama deh.”

Jawaban Mama Saidah: “Bukan Margareth. Tapi bisa Mytha, bisa Fiersha.”

Well, dari cara mama-mama tersebut menjawab, menurutku sih memang Mama Ani yang paling bagus penampilannya. Kalau liat sendiri di TV, bahasa tubuh Mama Ani tuh yang paling meyakinkan. Mantap, tenang, gak banyak tersendat-sendat, to the point, setiap pertanyaan terjawab dengan jelas, diplomatis sekaligus memberi penekanan kepada kualitas anaknya. Walaupun ada jawaban Mama Ani yang klise (siapa yang hanya pantas berada di peringkat ketiga?), tapi dia menjawabnya dengan bahasa tubuh yang baik.

Jawaban Mama Ace atas pertanyaan itu juga senada, tapi Mama Ace yang (pasti) menyadari bahwa jawabannya klise, mungkin agak malu dengan jawabannya sendiri, gak pede. Dan bahasa tubuhnya menyatakan itu, sehingga timbul kesan ‘tidak tulus’ dengan pujiannya. Tapi kekurangan Mama Ace yang terbesar, menurutku, adalah ketika sebenarnya dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan pertama! “Apa yang akan Mama lakukan supaya Fiersha tetap populer?” “Saya sebagai Mama akan melakukan bagaimana caranya supaya Fiersha tetap bertahan.” Ah Mama, ditanya malah balik nanya. Hehe.

Sedangkan Mama Saidah, terlalu banyak tersendat-sendatnya. Dan caranya dia mengiklankan Margareth gak smooth, terlalu gamblang. :)

Ya ya ya, aku bukannya mau bilang bahwa itu gampang. Memang pasti grogi harus menjawab pertanyaan-pertanyaan itu secara langsung, dalam waktu singkat lagi. Aku sih pasti lebih berantakan lagi jawabannya kalau dihadapkan pada situasi yang sama.

Tapi kenyataannya, ada yang mampu lho! Mama Ani mampu! Jadi sangat pantas kalau akhirnya gelar juara pertama jatuh pada Mytha. Performance Mytha (bernyanyi) dan performance mamanya (memanajeri), serta kerjasama mereka, mungkin itulah yang membuat juri Mamamia show memberikan 78 suara bagi mereka. Kemenangan mutlak, jauh di atas Fiersha (42 suara) dan Margareth (63 suara).

Selamat kepada sang juara! Kontes sudah berakhir. Layar telah diturunkan. Welcome to the real world. *apa siihhh :P *