Bersepeda: Sehat dan Fun

Sejak di kantor ada sepeda (biasanya dipakai OB untuk belanja), beberapa kali aku sempatkan untuk bersepeda. Btw sebelum itu, terakhir aku bersepeda mungkin sudah belasan tahun yang lalu.

Aku cukup kaget waktu menyadari seluruh skill bersepedaku otomatis kembali begitu saja, padahal tanpa persiapan, tanpa diingat-ingat dulu. Rasanya seperti gak pernah vakum belasan tahun. Bener ya kata orang, naik sepeda itu sekali bisa gak akan lupa.

Sekarang, setiap kali ngerasa mulai suntuk di kantor, aku sengaja mengambil waktu beberapa menit (paling lama setengah jam – gila, 15 menit aja udah keringatan lho) untuk keluar dengan menggenjot si roda dua ini. Ke ATM, ke Indomaret, atau ya cuma sekadar muter-muter.

Lumayan, refreshed sedikit. :)

Oya, artikel ini sengaja ditulis untuk memanas-manasi seorang sahabat yang udah cukup lama “ngeluh” rindu bersepeda *hai*. ;)

Google Chrome

First trial nih. Dalam 2 menit pertama saya udah ngerasa nyaman pakenya. Kesan pertama, Google Chrome ringan dan ringkas.

Halaman secure.payglobalone.com sukses diload. Begitu juga halaman-halaman bookoopedia.com, hipokuku.com, dan halaman secure-nya bisnis2030.com. Dan terasa lebih cepat loadingnya. *tapi mungkin aja emang internetnya sedang cepat sih*

Oya, 2 hal yang mencolok:

- begitu terinstall, browser ini sudah otomatis berbahasa Indonesia

- gak ada menubar! *atau saya belum menemukannya?*

Baiklah, akan saya coba terus.

Membongkar Pikiran

Waktu saya sidang tugas akhir semasa kuliah dulu, ada satu moment yang masih terus saya ingat sampai sekarang. Entah kenapa gak pernah lupa. Menjelang akhir sesi sidang, setelah presentasi dan setelah dihajar berbagai pertanyaan oleh para penguji, pembimbing kami melemparkan 1 ujian terakhir:

“Jelaskan dengan singkat, padat, apa perbedaan antara ‘designing’ dengan ‘analyzing’! Coba kita lihat apa memang kalian betul2 paham dengan bidang ini, atau cuma sekadar tau kulit-kulitnya doang. Pikirkan dulu baik-baik, silakan berdiskusi. Kalau jawaban kalian asal, saya gak bakal meluluskan kalian.”

Oh btw, saya ngambil mata kuliah Ilmu Komputer, dan tugas akhir kami berkelompok yang terdiri dari 3 orang.

Aduh, Mak! Sempet panik tuh, soalnya itu pertanyaan yang di luar dugaan, gak ada dalam skenario kami bertiga.

Tapi betapa surprise-nya saya, ketika teman saya Anna dengan muka cerah berbisik ke kami berdua bahwa dia tau PERSIS jawabannya. Itu semalam pas banget bagian yang aku baca di buku X, katanya.

Maka dijawablah begini:

“Pak, designing itu proses membangun dari yang tidak ada menjadi ada, menyusun bagian-bagian kecil sehingga terbentuklah sebuah produk. Sedangkan analyzing adalah sebaliknya, yaitu ‘membongkar’ barang/produk yang sudah ada menjadi bagian-bagian kecil -yaitu unsur-unsur yang membentuk produk tsb- untuk kemudian disusun ulang menjadi produk yang baru.”

Selama beberapa detik, hati ini cuma deg-deg-deg-deg menunggu reaksi pembimbing kami.

“Yes! Betul sekali. Jawaban yang sempurna. Kalian lulus!”

HOREEEEEEEEE….. :D

So, mungkin karena intensnya pengalaman tsb, sampai sekarang teori itu masih aja saya ingat. *cuma sayang, saya lupa itu ada di buku apa. yg jelas si bapak dan temen saya tnyt baca buku yang sama, hehe*

Nah, sekarang ini saya sedang berusaha melakukan analisis. Tapi bukan terhadap sebuah produk. Melainkan terhadap isi otak saya. Dan ternyata, gak gampang euy! Saya gak terbiasa. Bahkan mungkin malah belum pernah secara sungguh-sungguh saya lakukan. Selalu aja cuma sampai setengah jalan.

Untung saya udah gak ketemu dosen saya itu lagi. Bisa-bisa nanti dianulir kelulusan saya waktu itu, kalau dia tau jawaban itu baru sampai sebatas teori, belum saya praktekkan dengan sesempurna jawabannya, hehehe.