Memanfaatkan service mail dari Google Apps memang solusi yang jitu untuk menangkis spam, sekaligus memudahkan kami untuk me-manage banyak mail address.
Selama ini kami menggunakannya seperti ini:
a. create account user di Google Apps mail service sebanyak jumlah karyawan (1 karyawan = 1 user = 1 mail address)
b. create 1 special account untuk berfungsi sebagai collector
c. di setiap account karyawan, set Forwarding ke account collector tsb
d. di kantor, install KMS untuk download email (POP) dari Google Apps –> cukup download 1 special account tsb saja (point b)
e. create sorting rule di KMS sehingga setiap email dapat dikirimkan kembali ke local mailbox karyawan masing-masing
Dengan cara ini, jumlah koneksi POP jadi minimal, dan lebih simple daripada harus maintain POP untuk setiap karyawan.
… TETAPI …
ternyata ada masalah.
Dengan skenario di atas, terjadi proses email forwarding. Pada kenyataannya, ada kasus-kasus di mana email di-forward lebih dari sekali. The problem is… ternyata Google Apps gak mencantumkan “original-to” di headernya setelah email ybs di-forward ke email lain.
Akibatnya, setelah sampai di Kerio, aku kehilangan jejak sehingga sulit untuk menentukan email ini seharusnya di-sorting ke siapa. Masalah semakin rumit kalau ada BCC di email ybs.
Hmm.. harus putar otak dulu deh untuk ngakalinnya.