Article written by

18 Responses

Page 1 of 1
  1. aci
    aci at |

    berniat berganti haluan teh????

  2. aRai
    aRai at |

    sigana mo jualan bakso ci teteh … meh ga beli toge ka pasar … xixixi

  3. aci
    aci at |

    jualan bakso??? asiiiiiikkkk……aku bakalan sering mampir dooong ;) heuheu

  4. martha
    martha at |

    ortu aku juragan toge, tauuu.. klo ke garut aku bawa tour de toge deh.. :P

  5. eviwidi
    eviwidi at |

    Waaa…anak juragan…tajir dong…
    Cepetan nikah ya Teh,biar kalo imlek bisa ngasih angpao…:D….

  6. me
    me at |

    @evi: klo aku dah nikah, tiap imlek km aku kasih toge.. hihihihi

  7. Imam
    Imam at |

    Pengolah Air Lahan Gambut Menangkan Lomba Inovasi
    Kompas – 20 Agustus 2004

    Aplikasi teknologi pengolah air asin di lahan gambut menjadi air minum memenangkan Lomba Inovasi Teknologi 2004. Dewan Juri yang beranggotakan 11 peneliti dari BPPT menyatakan karya inovasi Arie Herlambang, peneliti BPPT meng ungguli karya 7 finalis lain-termasuk di antaranya peneliti dari Batan dan LIPI.

    Dijelaskan Koordinator Lomba Inovasi Teknologi, Yudi S Garno, teknik pengolah air di lahan gambut tersebut dinyatakan terbaik karena berhasil diterapkan di Kawasan Transmigrasi Kalimantan Tengah yang mengalami kelangkaan sumber air tawar.

    Hal ini sejalan dengan tujuan lomba yaitu menggali inovasi teknologi yang berdampak signifikan bagi kehidupan masyarakat. Penilaiannya mengacu pada kriteria utama yaitu bersifat inovatif, memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas, serta ramah lingkungan, urai Yudi. Dengan kriteria itu terpilih pula sebagai juara kedua yaitu Iman Sudasri dari UPT LUK BPPT dengan inovasinya tentang Aparatus Penyemaian Kecambah Otomatis. Penyemaian kecambah otomatis ini telah digunakan oleh usaha kecil dan koperasi untuk pembuatan taoge di beberapa daerah.

    Sedangkan juara ketiga Agus Kuswanto, peneliti BPPT, menciptakan Geoscanner 1803 : Inovasi teknologi untuk survei kebumian. Karya inovasi yang dapat mempermudah pencarian sumber air ini, telah diajukan ke lembaga paten.

    Bagi para juara tersebut diserahkan hadiah berupa uang berturut-turut Rp 6 juta (juara I), Rp 4 juta (juara II), dan Rp 2 juta (juara III).

    Finalis lain

    Dari 26 peserta lomba inovasi yang pertama kali ini diselenggarakan BPPT terpilih 5 finalis lain, di antaranya Edi Herianto (LIPI), Sri Mulyono dan Tri Harjanto (Batan), Untung Sumotarto (BPPT), dan Supriyono (BPPT).

    Lebih lanjut dijelaskan Yudi, karya mereka sebetulnya tidak kalah dibandingkan yang dibuat para juara. Seperti misalnya insinerator tipe Rotary Kiln untuk pemusnah limbah domestik karya Edi Herianto. Insinerator ini telah mendapat paten, namun belum pernah diuji coba di lapangan.

    Dijelaskan Edi bila insineratornya diterapkan di Jakarta, dapat mengubah 6.000 m kubik sampah per hari dan membangkitkan listrik 8 MW.

    Saat ini produksi sampah organik di Jakarta mencapai 25.000 m kubik per hari. Selama ini limbah tersebut menjadi masalah di Ibu Kota karena tak mampu mengolahnya. (yun)

  8. Kamems
    Kamems at |

    Tumpang info ya.. kalau di Malaysia pengeluaran tauge menggunakan aplikasi Set Pengeluaran Tauge Automatik) SEPTA yang telah dibuat oleh Pegawai Jabatan Pertanian (dan telah mendapatkan Anugerah Inovasi). Cara ini lebih mudah, jimat, tanpa menguras tenaga yang banyak.

    Peralatan yang digunakan adalah… tong sampah (jgn gunakan yg sudah dipakai untuk sampah!) kemudian akan alirkan air secara automatik menggunakan timer… jadi pengusaha boleh duduk goyang kaki.. dirumah.. ato buat kerja lain..

    Dibawah ini link Pengusaha SEPTA ini…
    Terima kasih.

    http://melenenterprise.blogspot.com/2009/04/set-penyiraman-taugeh-automatik-septa.html

  9. me
    me at |

    Aparatus Penyemaian Kecambah Otomatis ya. Makasih infonya Mas Imam. Di mana sy bisa baca ttg itu lebih detil ya?

  10. me
    me at |

    Kamems, terima kasih utk infonya. Saya sudah berkunjung ke blog Anda.

  11. bambang
    bambang at |

    mohon informasi, kalau cuma baca ada yang tidak terbayangkan, dimana kita bisa melihat home/ industri tauge ?

  12. Siti
    Siti at |

    jadi pengen bisnis touge

  13. andraw sulaiman
    andraw sulaiman at |

    setelah dikasih abu kapur sirih,,,apa langsng dicuci habis itu baru ditiskan untk menjadi kecambah kecil
    soalya penjelasan kurang lengkap…thankssssssss?

  14. Murni Wulandari
    Murni Wulandari at |

    Kalau toge kedelai gimana gan????
    kasih penjelasan dunk yang lengkap!!

  15. eka
    eka at |

    Halo,

    Saya lagi ada studi tentang tauge. Mohon informasi untuk lokasi industri/pabrik tauge di Jakarta/Bogor/Depok? Karena kalau bisa saya mau liat langsung produksi tauge untuk studi saya.

    Thanks.

Please comment with your real name using good manners.

Leave a Reply