The Starfish Story

One day, a man was walking along the beach when he noticed a figure in the distance.

As he got closer, he realized the figure was that of a boy picking something up and gently throwing it into the ocean.

Approaching the boy, he asked, “What are you doing?”

The youth replied, “Throwing a starfish into the ocean. The sun is up and the tide is going out. If I don’t throw them back, they’ll die.”

“Son,” the man said, “don’t you realize that there are miles and miles of beach and hundreds of starfish? You can’t possibly make a difference!”

After listening politely, the boy bent down, picked up another starfish, and threw it into the surf. Then, smiling at the man, he said:

“I made a difference for that one.”

Khazanah Batik Indonesia

Kata ‘batik’ berasal dari bahasa Jawa yaitu ‘amba’ (=menulis) dan ‘titik’. Awalnya kegiatan membatik dilakukan dengan cara dilukis dengan tangan menggunakan canting yang berisi wax (=malam). Cara ini sangat menyita waktu, sehingga berkembanglah teknik batik cap. Batik cap tetap menggunakan wax untuk menerakan motifnya, namun menggunakan semacam alat stempel yang terbuat dari tembaga atau kuningan.

batik-tulis-garutan

Sumber gambar: http://koleksibatikoe.blogspot.com/

Continue reading

Kenapa Saya Tidak Bisa Melihat Film 3D?

thelastairbender-3d

“Duh kok udah nonton pake kacamata 3D tapi sama aja keliatannya?”

“Ini gambar apaan sih? Cuma titik2 dan warna aja. Gak ada bentuk apa-apa malah pusing liatnya.”

Kalau kamu pernah mengatakan hal yang sama, selamat bergabung dengan saya. Kita sama-sama gak bisa menikmati keindahan dan kefantastisan teknologi 3D. Kasiaaann deh kita! :P

Pertanyaan yang mengemuka berikutnya adalah… kenapa kok saya gak bisa ngeliat? Emang saya salah apa? Saya sudah cukup umur lho! *gaknyambung.com*

Continue reading

Lima Bahasa Cinta

five-love-langs

Dari sekian banyak cara untuk menunjukkan kasih satu sama lain, ada 5 kategori kunci, atau 5 bahasa cinta, yang terbukti bersifat universal dan komprehensif. Setiap orang memiliki bahasa cinta, dan kita semua dapat mengidentifikasikan diri dengan salah satu dari lima bahasa cinta:

  • Kata-kata pendukung (WoA: Words of Affirmation)
  • Kebersamaan yang berkualitas (QT: Quality Time)
  • Hadiah (RG: Receiving Gifts)
  • Pelayanan (AoS: Acts of Service)
  • Sentuhan fisik (PT: Physical Touch)

Orang yang bahasa utamanya WoA akan sangat merasa bahagia dan dicintai kalau pasangannya (atau siapapun orang yang berinteraksi dengannya) sering mengucapkan kata-kata penuh dukungan atau kalimat manis nan mendayu-dayu. Jadi harus dilisankan agar orang tipe ini tau bahwa dia dicintai/dihargai. Sering-sering memuji atau mengucapkan kata “I love you”, “aku bangga padamu”, menulis puisi, memberi semangat, adalah beberapa cara yang jitu untuk menghangatkan hati orang tipe ini. Jadi perhatikan suami-suami, kalau istri Anda kebetulan tipe WoA, jangan pernah lupa untuk memuji potongan rambutnya yang baru, atau mengucapkan terima kasih setelah istri Anda membawakan Anda secangkir kopi hangat di sore hari.

Sebaliknya bagi mereka yang bahasanya QT, kata-kata tidak terlalu penting. Pokoknya asal bisa berada bareng pasangannya, menikmati kebersamaan, melakukan berbagai hal dengan perhatian terfokus, itu sangat berarti bagi mereka. Tipe ini akan sangat kecewa kalau (misalnya) pasangan membatalkan janji nonton/makan malam/berlibur/berkebun, bahkan kalau pun alasannya masuk akal. Bukan karena egois, tapi simply karena bagi mereka kebersamaan tsb sangat berharga, spesial, dan sangat ditunggu-tunggu. Untuk orang tipe rumahan, praktiknya bisa kebersamaan domestik seperti masak bareng, nyuci bareng, atau beberes rumah dan halaman. Kalau lebih ke adventurer, mungkin backpacking bareng, kemping, atau jalan-jalan keliling dunia berdua. Dan yang romantis mungkin memilih dinner berdua, nonton berdua. Bahkan walaupun sudah punya anak pada saat itu, mereka pasti akan meluangkan waktu untuk berduaan saja.

Sedangkan untuk pria dan wanita yang berbahasa RG, mereka sukaaa sekali dengan hadiah-hadiah. Tidak harus hadiah mahal. Kado-kado kecil (tapi bermakna) pun sanggup bikin mereka melonjak kegirangan, apalagi kado buatan tangan. Dan yakinlah, orang tipe ini pasti akan menyimpan terus setiap kado yang diberikan oleh orang terkasih dan masih bisa menceritakan dengan jelas kapan kado tsb diberikan bahkan setelah lewat berpuluh tahun. Perayaan2 ulang tahun atau anniversary penting bagi mereka, begitu juga moment2 lain dalam kehidupan seperti kelulusan, kenaikan pangkat, keberhasilan dalam proyek, presentasi, bisnis, dll. Tapi hati-hati, jangan pernah memberi kado yang asal-asalan. Mereka bukan matre, kado bagi mereka adalah perwujudan perhatian. Effort di balik kado tsb untuk menemukan hadiah yang pas-lah yang membuat mereka senang diberi hadiah.

Next, orang tipe AoS. Mereka mudah tersentuh dengan perbuatan-perbuatan kecil yang sifatnya memberi bantuan. Membukakan pintu, menarikkan kursi, mencucikan piring bekas makan, mengangkatkan jemuran, membetulkan keran air yang mampet tanpa diminta, membawakan sarapan ke tempat tidur, menggantikan popok si kecil, membantu belanja barang2 kebutuhan rumah tangga, adalah beberapa “pelayanan kecil” dari suami yang bakal membuat istri terkesan. Dan dari istri, membuatkan kopi (padahal udah ada si Inem), menyiapkan pakaian atau air mandi, memasakkan makanan kesukaan, memijati pundak yang pegal, memasangkan dasi, memfacial atau memotongkan rambut, pasti bakal membuat suami tipe AoS merasa dicintai dan dihargai. Satu kalimat favorit bagi si tipe AoS ini adalah: “Let me do that for you”.

Terakhir, tipe PT yang suka banget dengan sentuhan. Eits, jangan mikir seksual doang ya. Sentuhan yang dimaksud tidak selalu tentang seks. Pelukan, tepukan di punggung, colekan di hidung, ngacak-ngacak rambut, rangkulan di bahu, itu semua menunjukkan excitement, perhatian, keprihatinan, sayang, keakraban, dan cinta. Orang tipe ini memang sangat touchy. Kalau sedang berbicara dengan teman/sahabatnya, pasti sebentar-sebentar mereka bakal menyentuh, mencolek, menggenggam tangan, untuk menegaskan perkataan mereka. Kalau jalan-jalan di mal, sukanya merangkul temannya sambil jalan. Ketika bercanda, mungkin mereka senang menggelitik pinggang atau menepuk pantat teman mereka :P . Dan dengan pasangannya, mereka sukaaaaa sekali memeluk, mencium, mengusap kepala, memegang wajah pasangan dengan dua tangan, merangkul atau berpegangan tangan, untuk menyampaikan rasa cintanya. Oh ya, kalau Anda sudah punya bayi, coba perhatikan. Bayi tipe PT ini pun senang diberi sentuhan fisik, misalnya digendong dan didekap.

Nah, setelah mengenal tipe-tipe tersebut, saatnya untuk mengetes apa bahasa utama Anda. Mungkin saja Anda orang AoS sehingga berharap pasangan “berbicara” dengan bahasa AoS terhadap Anda. Sebaliknya kalau pasangan Anda tipe RG, penting bagi Anda untuk mampu juga “berbahasa” RG walaupun bahasa utama Anda AoS. Kesimpulannya, kita harus belajar multi language of love.. :)

OK, silakan test di sini ya: http://www.5lovelanguages.com/assessments/love/

the-five-love-languages-book

(Disarikan dari: http://www.5lovelanguages.com/learn-the-languages/the-five-love-languages/)

Aku mencintaimu meskipun…

iloveyouNgomongin cinta yuk? :P

Selama berabad-abad manusia berusaha mendefinisikan cinta, dan hasilnya kita menemukan seabreg pendapat yang berbeda-beda. Yang mana yang bener? Embuh.. mabok mikirinnya.

Beberapa hari yang lalu aku nonton acara “Masihkah Kau Mencintaiku” di RCTI. Nah di bagian akhir episode itu, Mas Helmy mengutip sebuah quote:

… bukan “aku mencintaimu karena”, melainkan “aku mencintaimu meskipun”

*sori kalimat tepatnya udah lupa, hehe, pokoknya intinya gitu deh*

Hmm, kayaknya pernah denger, tapi entah di mana. Apakah itu kutipan dari sebuah buku? Lagu? Puisi? Film? Yang jelas, makin direnungkan maknanya makin berkesan.

Apa bedanya “mencintai karena” dengan “mencintai meskipun”? Lebih senang dicintai karena atau dicintai meskipun? Lebih mudah mencintai karena atau mencintai meskipun? Hehehehe… pusing pusing deh… :P

Continue reading