The Uglies Series

“Di dunia yang luar biasa rupawan,
setiap orang adalah buruk rupa.”

Alkisah di bumi pada masa depan, manusia hidup di kota-kota yang terorganisasi dengan baik, berteknologi sangat maju, di mana hampir semua masalah klasik seperti kelaparan, penyakit, kemiskinan, dan perang sudah teratasi. Kota-kota diperintah oleh dewan kota yang mengatur hampir semua aspek kehidupan, termasuk mengontrol perilaku warga kotanya.

Bertujuan untuk “menertibkan” masyarakat, warga kota dikelompokkan menjadi: anak-anak buruk rupa, remaja rupawan, dan dewasa rupawan.

ugliesYa, di kota-kota pada masa itu, setiap orang terlahir sebagai Uglies atau si buruk rupa. Baru pada umur 16 tahun, mereka dibaptis dioperasi menjadi rupawan, dan berhak pindah ke sisi lain kota di mana kaum rupawan tinggal.

Tally Youngblood akan berusia enam belas tahun, dan dia tak sabar menunggunya. Di dunia Tally, umur enam belas tahun berarti perubahan dari buruk rupa menjadi rupawan. Dengan menjadi rupawan, dia akan memasuki dunia berteknologi tinggi yang menawarkan kehidupan bersenang-senang. Tinggal beberapa minggu lagi, Tally akan memasuki dunia tersebut.

Tetapi dia berjumpa dengan Shay, sesama buruk rupa, yang tidak yakin mau berubah menjadi rupawan. Saat Shay melarikan diri, Tally mempelajari suatu fakta dari dunia rupawan—yang mengguncangkan dan ternyata tak secantik wujudnya.

Well, well, rupanya operasi menjadi rupawan bukan hanya mengoperasi wajah dan tubuh saja, melainkan juga membuat otak seseorang menjadi tumpul. Tally dan teman-temannya, serta sekelompok pelarian anak-anak buruk rupa yang menamakan dirinya kelompok Smoke, berusaha menyembuhkan kaum rupawan agar dapat berpikir normal dan tajam kembali.

prettiesApa lacur, ternyata Tally malah tertangkap dan dioperasi menjadi rupawan. Bagaimana perjuangan Tally untuk “sembuh”, itu menjadi tema pada buku kedua yaitu “Pretties“.

Di buku kedua ini Tally harus berhadapan dengan kaum Special Circumstances, polisi rahasia kota yang tugasnya memastikan agar kaum rupawan “tidak macam-macam”. Kaum Special sebenarnya adalah kaum rupawan yang istimewa karena tidak mempunyai lesi di otaknya sehingga dapat berpikir dan mengambil keputusan, dengan struktur tulang, otot, dan syaraf yang juga terbuat dari bahan-bahan spesial.

Tanpa diduga, Shay yang semula ngotot tidak mau dioperasi menjadi rupawan, malah mengajukan diri menjadi Specials dan menjadi salah satu musuh Tally.

specialsDi buku ketiga, Tally si rupawan tertangkap oleh Shay dan diubah menjadi Specials. Kita bertanya-tanya, apakah otak kaum Special juga dimodifikasi sedemikian rupa sehingga melupakan jati diri mereka sebelumnya?

Bersama Shay dan kelompok Cutter, Tally memburu Smoke Baru. Sebagai anak emas Dr. Cable di Special Circumstances, mereka berusaha menghentikan upaya Smoke Baru mengobati kaum rupawan. Namun Tally merasa bimbang ketika Zane, pacar rupawannya yang masih mengalami kerusakan otak, berbeda pendapat.

Tally kembali dihadapkan pada pilihan sulit, memilih pacar yang dicintainya tetap rupawan, atau memaksanya berubah menjadi spesial—seperti dirinya. Dan Tally tak pernah membayangkan pilihannya berujung pada masalah serius yang melibatkan kota lain, bahkan dunia.

Setelah buku ketiga ini, terus terang saya agak capek. Plot di buku ketiga tidak seseru buku-buku sebelumnya. Selain itu saya cukup sebal dengan Tally yang berubah-ubah melulu: dari Ugly menjadi Pretty menjadi Special. Di setiap perubahan, perasaannya juga ikut berubah. Lalu tiba-tiba menjelang akhir dia mampu mengembalikan perasaannya kembali (sebelum perubahan), tapi terlambat… karena orang-orang yang dicintainya telanjur tersakiti. Dua kali plot yang mirip, hanya beda detilnya saja, lumayan bosan.

Sebenarnya masih ada buku keempat, yaitu Extras. Semoga saja Scott berhasil menghadirkan sesuatu yang baru dan fresh di buku tersebut. Mari menunggu satu tahun lagi (buku Specials baru masuk Indonesia setahun kemudian setelah Pretties).

Anyway, serial ini dibuat film lho. Entah akan masuk Indonesia atau tidak.

PS:
Sudah lama gak nulis review. Gak nulis blog malah. Tapi dalam rangka memeriahkan Lomba Estafet Review Buku, saya nulis deh. Hadiahnya lumayan, 300 ribu voucher belanja buku di Bookoopedia. Ayo ikutan! Anna, suka baca kan? Bikin reviewnya dong… Teh Okky, apa kabar? masih suka nulis? Jangan SeO meluluuuuu… hehehe. Neng Aci, sinih ikutan jugakk… :)