Di tahun 2005, aku memutuskan untuk beli camdig, supaya bisa motret acara kawinan Sisca (yang nota bene kawinan pertama dalam keluarga kami, meskipun diawali justru oleh anak paling bontot, hehe). Sejak itu, aku menjadikan diriku sendiri sebagai tukang potret dalam setiap acara keluarga dan kawinan teman dekat.
Eh, intermezzo sedikit. Waktu Sisca merit itu, salah seorang tante menyarankan untuk mencuri hiasan kembang penganten perempuan supaya “ketularan” menikah (btw, kuncinya adalah mencuri lho; artinya harus diusahakan supaya sang penganten gak nyadar kembangnya dicomot). Nah, alih-alih nyolong kembang, aku sih nyolong motret kembang. Alhasil efeknya jadi menyimpang, hahaha, bukannya ketularan menikah tapi ketularan motret pernikahan.
So, inilah daftar pernikahan yang telah kujadikan ajang belajar (berani) motret:
