Ini hanya peristiwa bunga-bunga,
jatuh di tanah dan membusuk saat hujan menyapunya,
bahkan tak seorangpun sudi mengingat bau kewangiannya ….
Ini hanya peristiwa sederhana,
bayangan bunga menjadi kekal begitu kau pungut kelopaknya,
dan aku sama sekali tak bisa lupa ….
Ini hanya peristiwa sederhana,
dan aku telah mengabadikannya,
menyimpan di kedalaman dada ….
Saat-saat rindu
saat-saat kemurunganku
kujejaki kenangan
tak sampai-sampai
timbul tenggelam
dalam sunyi
Dialog kita
adalah bantuan dari luar,
dirambah waktu-waktu,
diputar dalam diam
Dialog kita
adalah gumpalan kata yang tersekat,
dalam kumpulan sapa,
dalam gemunung rasa,
tiada tersalur;
jadi gugur !
Dialog kita
adalah kebisuan;
tiada daya !
Mari berbincang denganku
tentang kupu-kupu yang hinggap di rambutmu, lalu terbang
tentang semut yang luput dari tangkapan
di sini saja, di sini
di tengah hening kantin kampus kita
sementara di dalam ruang yang sunyi dan lenggang
teman-teman sedang sibuk ujian, memikirkan masa depan
Mari berbincang denganku
tentang bintang yang jatuh dari lingkaran
tentang matahari yang enggan bangun
di sini saja, di sini
di alas embun fajar ini
kupikir, itupun masa depan juga
Berjalanlah seperti kemarin, Noy ….
jangan mengenang masa lampau
kalau ternyata hanya mengingatkan ‘ku
Tertawalah seperti kemarin, Noy ….
seperti debu-debu yang mentertawakan kita sepanjang perjalanan
(Bandung 1992-1995, puisi tanpa judul, yang diambil tanpa sepengetahuan sang pengarang puisi)
…
And now, behind the scene….